Demokrat Kumpulkan 190 Kader di Pacitan, SBY Turun Langsung Paparkan Ideologi Partai

oleh -232 Dilihat
oleh
Dikpolnas Demokrat 2026 Di Pacitan
Kader Partai Demokrat dari seluruh provinsi mengikuti Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) 2026 di Museum AHY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, 19–21 Mei 2026.

PACITAN – Partai Demokrat menggelar pendidikan politik nasional di Museum SBY-Ani, Pacitan, Jawa Timur, 19-21 Mei 2026. Sebanyak 190 kader dari seluruh provinsi hadir dalam kegiatan tiga hari yang disebut Pendidikan Politik Nasional (Dikpolnas) 2026 ini.

Masing-masing provinsi mengirim lima kader inti untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Institut Partai Demokrat (IPD). Tema yang diusung “Memperkuat Kepemimpinan Adaptif Partai untuk Membangun Strategi, Tata Kelola dan Kepercayaan Publik Menuju Pemilu 2029“.

Puncak kegiatan ditandai dengan pemaparan langsung pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, soal ideologi dan manifesto partai. Kehadiran SBY menegaskan posisinya masih sebagai figur sentral di tengah proses regenerasi kepemimpinan di bawah putranya, Agus Harimurti Yudhoyono.

Pemilihan Pacitan kampung halaman Presiden ke-6 RI itu bukan tanpa alasan. Museum SBY-Ani yang dibangun keluarga SBY diposisikan sebagai pusat konsolidasi gagasan sekaligus simbol akar ideologis partai.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir sebagai pemateri. Andi Alfian Mallarangeng membawakan materi komunikasi politik, sementara Robertus Robet dan Rocky Gerung menyampaikan perspektif kritis soal dinamika politik nasional.

Materi teknis pemilu juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memaparkan strategi pemenangan, Muhammad Asfar membahas pembacaan data elektoral, dan Andi Arif menekankan pentingnya membangun jejaring sosial-politik partai.

Ketua panitia, Iwan Manasa, menyebut kegiatan ini dirancang untuk membekali kader menghadapi tantangan politik yang makin kompleks.

“Partai harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial-politik yang sangat cepat. Karena itu kader perlu dibekali kemampuan strategis sekaligus pemahaman ideologis yang kuat,” kata Iwan.

Ia menambahkan bahwa kader yang dibutuhkan bukan hanya yang mahir di urusan elektoral, tetapi juga memahami tata kelola organisasi dan komunikasi publik.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.