Sinergikan Ulama dan Pemerintah, AHY Sebut Pembangunan Fisik Tak Berarti Tanpa Karakter

oleh -80 Dilihat
oleh
Ahy Di Safari Ramadan Mira Institute Pandeglang
Menko Infrastruktur AHY bersama Ustadz Adi Hidayat saat Safari Ramadan di MIRA Institute, Pandeglang, Banten, Sabtu (21/2/2026).

PANDEGLANG — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pembangunan jalan, jembatan, dan bendungan tidak akan bermakna jika tidak disertai pembangunan karakter bangsa.

Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri Safari Ramadan di MIRA Institute (Ma’had Islam Rafiatul Akhyar Institute), Pandeglang, Banten, Sabtu (21/2/2026), bersama Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dan Ustadz Adi Hidayat.

Pertemuan ini menjadi ajang diskusi antara pemerintah dan ulama soal arah pembangunan bangsa di tengah tantangan global.

AHY menegaskan sinergi antara ulama dan pemerintah adalah kunci agar pembangunan punya arah yang jelas dan bermakna.

“Saya meyakini jika ulama dan umara kokoh bersatu dalam sinergi dan kolaborasi, saling mengingatkan, serta terus bertafakur dan mawas diri, pembangunan akan memiliki arah yang lebih kuat dan bermakna,” ujarnya kepada awak media.

Ia juga mengungkapkan banyak mendapat penguatan dari diskusi bersama Ustadz Adi Hidayat selama acara berlangsung.

“Kalau diminta memberikan motivasi, sebetulnya saya yang dimotivasi oleh Pak Ustadz. Dalam waktu yang singkat, beliau menyampaikan banyak hal yang penuh makna, nilai filosofi, dan kebenaran yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis,” katanya.

AHY menilai pemimpin perlu fondasi spiritual agar setiap kebijakan tetap berpihak pada keadilan dan kepentingan rakyat.

“Ketika kita merasa berat menjalani proses dan perjuangan, ingatlah kita mendedikasikan semua itu untuk masyarakat luas,” tuturnya.

AHY juga mengapresiasi MIRA Institute yang dinilainya berpotensi menjadi pusat pendidikan unggulan pencetak ulama masa depan.

“Meski usianya masih muda, institusi ini berpotensi menjadi Center of Excellence yang mencetak ulama-ulama masa depan Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Ustadz Adi Hidayat menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan kekuatan spiritual.

“Mencoba menyeimbangkan narasi pembangunan kebangsaan dengan dasar intelektualitas dan fisikal, serta ditopang kekuatan spiritual yang kokoh,” ujarnya.