SINGAPURA – Indonesia memamerkan capaian pemulihan infrastruktur pascabencana Siklon Tropis Senyar di hadapan negara-negara ASEAN dalam forum Ecosperity Week 2026 di Singapura, Selasa (19/5/2026).
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam forum tersebut.
Siklon Senyar yang melanda Sumatra bagian utara akhir tahun lalu tercatat menewaskan lebih dari 1.100 orang. Lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
AHY menyebut pemerintah langsung bergerak cepat memulihkan infrastruktur yang rusak. Dari sekitar 2.500 ruas jalan yang terdampak, lebih dari 90 persen sudah diperbaiki. Hampir 70 persen dari sekitar 1.200 jembatan yang rusak pun telah kembali berfungsi.
Menurutnya, pengalaman itu membuktikan bahwa infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tulang punggung ketahanan masyarakat saat krisis terjadi.
AHY juga mengingatkan negara-negara Asia Tenggara bahwa ancaman tidak hanya datang dari bencana alam, tetapi juga dari ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang dinilainya berdampak pada stabilitas ekonomi, energi, dan pangan.
“Adaptasi bukan lagi skenario masa depan. Ia adalah tagihan yang harus dibayar hari ini,” ujar AHY.
Ia mengajak negara-negara ASEAN mempererat kerja sama menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakstabilan global melalui pembangunan yang berkelanjutan.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





