SINGAPURA — Indonesia sedang mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa di Pantai Utara Jawa sepanjang 575 kilometer sebagai respons nyata terhadap ancaman perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam forum Ecosperity Week 2026 di Singapura.
Proyek Giant Sea Wall Pantura ini masuk dalam daftar prioritas strategis nasional era Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya bukan sekadar menahan air laut, tapi juga menjaga ketahanan pangan, kawasan industri, dan keselamatan jutaan warga pesisir Jawa.
“Ini bukan sekadar tanggul laut. Ini tentang upaya melindungi masa depan ekonomi negara dan masyarakat kita,” kata AHY.
AHY menyebut bencana akibat Siklon Senyar di Sumatera sebagai contoh nyata bahwa perubahan iklim sudah terjadi sekarang, bukan ancaman masa depan. Lebih dari seribu orang meninggal dan jutaan warga terdampak akibat bencana tersebut.
“Adaptasi bukan lagi skenario masa depan. Adaptasi adalah biaya yang harus kita bayar hari ini,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Chairman Temasek Teo Chee Hean. Ia menilai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim kini sama pentingnya dengan upaya mencegah perubahan iklim itu sendiri, demi menjaga stabilitas ekonomi global jangka panjang.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





