JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut konflik kehutanan dan agraria sebagai persoalan mendasar yang menyangkut keadilan dan kepastian hukum.
Hal itu disampaikan AHY saat menerima kunjungan Dekanat Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin Sigit Sunarta di kantornya, Senin (13/4/2026).
“Permasalahan kehutanan dan agraria sering kali sangat fundamental, menyangkut keadilan dan kepastian hukum. Konflik dapat terjadi antara masyarakat, korporasi, maupun negara, sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat untuk menghadirkan solusi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama antara pemerintah dan akademisi, khususnya di sektor kehutanan, lingkungan hidup, dan pengelolaan sumber daya alam.
AHY menilai perguruan tinggi punya peran penting dalam merumuskan kebijakan berbasis riset dan menghasilkan solusi nyata di lapangan. Ia secara khusus menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.
Ia juga menegaskan pembangunan nasional harus menyeimbangkan dua agenda sekaligus, yaitu kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kita mengusung dua agenda besar, yaitu bagaimana menghadirkan kesejahteraan sekaligus menjaga keberlanjutan. Infrastruktur harus mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan air, serta penguatan sumber daya manusia,” jelasnya.
AHY mengingatkan bahwa di tengah pesatnya pembangunan, kelestarian bumi tetap harus menjadi prioritas.
“Kita mungkin berbicara tentang eksplorasi hingga luar angkasa, tetapi pada akhirnya kita semua ingin tetap tinggal di bumi ini. Karena itu, menjaga dan mengelola sumber daya alam melalui konservasi yang bertanggung jawab menjadi sangat penting untuk masa depan,” tuturnya.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





