JAKARTA — Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta pelajar tidak bersikap sinis terhadap politik. Ia justru mendorong generasi muda untuk terjun langsung dalam kehidupan demokrasi.
Pesan itu disampaikan AHY saat menjadi pembicara dalam RenTalks 2026 di SMA Labschool Cirendeu, Selasa (5/5/2026). Acara ini dihadiri siswa-siswi anggota OSIS dan MPK dari SMA maupun SMP se-Jabodetabek.
AHY menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Karena itu, menurutnya, generasi muda tidak boleh absen dari urusan politik dan pembangunan bangsa.
“Perubahan datang dari mereka yang terlibat, bukan dari mereka yang menjauh,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kekuatan bangsa bukan semata pada kekayaan alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusianya. Literasi politik dinilai penting untuk membentuk generasi yang kritis dan terbuka.
Forum seperti RenTalks, menurut AHY, bisa menjadi tempat anak muda melatih kemampuan berpikir kritis. Ia mengingatkan agar pelajar tidak langsung menelan informasi tanpa mempertanyakannya terlebih dahulu.
Soal anggapan bahwa Generasi Z lebih suka kerja cerdas ketimbang kerja keras, AHY tidak menilainya sebagai kelemahan. Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi justru menjadi keunggulan generasi ini.
“Teknologi memang ada untuk digunakan dan dimanfaatkan. Generasi Z mungkin lebih mahir dalam memanfaatkan teknologi dibandingkan generasi sebelumnya, dan itu adalah sebuah keunggulan,” katanya.
Di penghujung acara, AHY mendorong para pelajar untuk berani bermimpi besar. Namun, mimpi itu harus segera diiringi tindakan nyata.
“Mimpi itu tidak perlu bayar. Mimpilah setinggi langit. Tapi segera bangun dari tidur agar tidak terlalu lama hanya bermimpi,” tutup AHY.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BPH Labschool Cirendeu Prof. Dr. Arissetyanto Nugroho dan Kepala BPS Labschool UNJ Prof. Dr. Totok Bintoro beserta jajaran.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





