JAKARTA — Sebanyak 1.458 orang akan dikirim ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia tahun 2026. Mereka adalah peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP), program Kementerian Transmigrasi yang menyasar daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Para peserta adalah lulusan D4 dan S1 yang akan bekerja langsung di tengah masyarakat. Tugasnya mencakup pendampingan petani dan nelayan, membantu kegiatan sekolah, mendukung layanan kesehatan, hingga ikut membangun infrastruktur dasar dan ekonomi lokal.
Masa pengabdian dibagi dua. Peserta yang bertugas di luar Papua menjalani pengabdian selama empat bulan, sedangkan yang ditugaskan di Papua mengabdi selama satu tahun penuh.
Pendaftaran terbuka untuk semua sarjana dari seluruh Indonesia, tidak terbatas pada 10 perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan kementerian.
“Jika bukan sarjana dari 10 universitas tadi, masih dimungkinkan untuk mendaftar. Ada kolom kesebelasnya, itu adalah kolom perguruan tinggi lainnya, kampus swasta, kampus di manapun di seluruh Indonesia, boleh berpartisipasi dalam program ini,” kata Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Seleksi peserta akan diumumkan pada Juni 2026. Setelah itu, pembekalan dijadwalkan pada Juli sebelum peserta berangkat ke lokasi penugasan masing-masing.
Menteri Iftitah menegaskan program ini bukan ajang unjuk kemampuan, melainkan soal komitmen.
“Transmigrasi bukan tentang siapa yang paling hebat. Ini tentang siapa yang tetap tinggal ketika yang lain memilih pergi,” tegasnya.
Kementerian Transmigrasi berharap program ini melahirkan generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat di kawasan yang paling membutuhkan kehadiran negara.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





