JAKARTA – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta jajarannya segera menindaklanjuti kekurangan ruang kelas di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Permintaan itu disampaikan AHY saat menerima audiensi pimpinan dan civitas akademika IPDN di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
“Tolong dicek secara langsung apa yang sudah direncanakan terkait kebutuhan ruang kelas baru di IPDN. Kalau satu ruangan harus diisi sampai lebih dari seratus orang, tentu akan sulit menghadirkan proses belajar yang efektif,” katanya.
Menurut AHY, kalau Pendidikan dan pembentukan dasarnya ideal, ditambah nilai dan system yang mendukung, maka akan mencetak aparatur pemerintahan yang berkualitas.
Ia juga mendorong IPDN untuk tetap konsisten menjaga nilai-nilai idealisme di tengah tantangan zaman.
“Di tengah tantangan zaman yang sering kali menonjolkan pragmatisme, IPDN harus tetap menjadi kawah candradimuka yang menghadirkan idealisme,” tegasnya.
Rektor IPDN Halilul Khairi mengakui sejumlah tantangan yang tengah dihadapi kampus, Mulai dari keterbatasan ruang kelas hingga perlunya reformasi sistem rekrutmen praja dan dosen.
Saat ini tengah reformasi secara gradual dalam memperkuat kualitas pendidikan kepamongprajaan mulai dari sistem rekrutmen, peningkatan kualitas dosen, hingga pembentukan karakter praja agar mampu menjadi aparatur pemerintahan yang profesional, adaptif, dan memiliki integritas.
Ia juga berharap pemerintah memberikan dukungan nyata terhadap penguatan sarana pendidikan agar proses pembelajaran di IPDN semakin efektif. Audiensi turut dihadiri para wakil rektor, kepala biro IPDN, serta sejumlah pejabat dan ASN lulusan IPDN yang kini bertugas di lingkungan Kemenko Infrastruktur.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





