Kampung Nelayan Tangerang Disulap Jadi Kawasan Ekonomi Produktif

oleh -34 Dilihat
oleh
Ahy Tinjau Ketapang Urban Aquaculture Tangerang
Menko Infrastruktur AHY meninjau kawasan Ketapang Urban Aquaculture, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (16/4/2026). Kawasan pesisir seluas 14 hektare itu kini berubah dari permukiman kumuh menjadi kawasan ekonomi produktif bagi nelayan dan keluarganya.

JAKARTA – Kawasan Ketapang Urban Aquaculture di Kabupaten Tangerang, Banten, kini tampil beda. Daerah yang dulunya kumuh itu berubah menjadi permukiman tertata dengan potensi ekonomi baru bagi warganya.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi kawasan itu, Kamis (16/4/2026).

Ia menilai perubahan di sana menjadi contoh nyata bahwa penataan wilayah pesisir harus berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Ekosistem ekonomi baru bagi masyarakat” menjadi poin utama yang disoroti AHY.

Ia mendorong agar tangkapan ikan dan hasil budi daya udang para nelayan tidak berhenti di situ saja, melainkan diolah lebih lanjut oleh keluarga mereka menjadi produk bernilai jual, seperti bakso ikan, kerupuk udang, dan otak-otak.

Kawasan seluas sekitar 14 hektare itu dikembangkan sejak 2019 hingga 2021. Kini sekitar 127 rumah berdiri di lingkungan yang lebih layak dan asri, jauh berbeda dari kondisi sebelumnya.

AHY juga menyoroti keberadaan mangrove di kawasan itu sebagai tameng alami dari abrasi dan perubahan iklim. Ke depan, kawasan itu didorong menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan dengan konsep ekowisata dan wisata olahraga.

Pemerintah berencana melanjutkan pembangunan infrastruktur di sana, mencakup breakwater, tanggul penahan abrasi, hingga normalisasi sungai.

AHY menegaskan model pembangunan terpadu seperti di Ketapang perlu diterapkan di daerah pesisir lain di Indonesia.

Dalam kunjungan itu, AHY didampingi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati, dan Bupati Tangerang Mohamad Maesyal Rasyid.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.