JAKARTA – Pemerintah memperkirakan sekitar 5 juta orang akan menggunakan kereta api selama periode mudik Lebaran 2026. Khusus di Stasiun Pasar Senen, jumlah penumpang harian bisa mencapai dua kali lipat dari hari biasa.
Untuk menghadapi lonjakan itu, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan sekitar 49.886 perjalanan kereta, meningkat sekitar 2,1 persen dibanding tahun lalu. Angka itu mencakup perjalanan jarak jauh maupun lokal.
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung kesiapan layanan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Ia juga melepas keberangkatan Kereta Gaya Baru Malam Selatan menuju Stasiun Gubeng, Surabaya.
Pemerintah juga menyiapkan diskon tiket kereta api hingga 30 persen yang ditargetkan bisa dinikmati sekitar 1,2 juta penumpang. AHY menyebut kebijakan itu merupakan bagian dari arahan presiden agar masyarakat bisa mudik dengan biaya lebih ringan.
Selain diskon tiket, pemerintah menjalankan program mudik gratis dan layanan angkut sepeda motor gratis menggunakan kereta api. Dua program itu menyasar masyarakat yang ingin mudik tanpa biaya tambahan.
AHY juga menegaskan pemerintah telah menyiapkan tim di titik-titik rawan bencana dan cuaca ekstrem untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.
“Perjalanan mudik bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati menuju kampung halaman,” ujar AHY.
Ia menambahkan, kereta api menjadi salah satu kunci untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan raya selama mudik. Penumpang harian di Stasiun Pasar Senen pada periode Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 24 ribu orang, jauh di atas angka normal 12 hingga 15 ribu orang per hari.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





