JAKARTA – Sebanyak 116 ribu pemudik diberangkatkan melalui Program Mudik Bersama BUMN 2026, meningkat lebih dari 10 persen dibanding tahun lalu yang menjangkau 105.794 pemudik.
Program ini menggunakan tiga moda transportasi: bus, kereta api, dan kapal laut. Bus menjadi pilihan terbanyak dengan 83 ribu pemudik dan 1.541 unit bus.
Kereta api mengangkut hampir 33 ribu pemudik dengan 99 rangkaian, sementara kapal laut melayani lebih dari 6.700 pemudik menggunakan 46 unit kapal.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyebut lonjakan jumlah peserta ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program mudik gratis.
Keberangkatan dilakukan secara bertahap. Kapal laut sudah bergerak sejak 14 Maret, disusul kereta api pada 15–18 Maret. Puncaknya terjadi pada 17 Maret di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, saat 66 bus diberangkatkan membawa sekitar 3.300 peserta.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir langsung dalam pelepasan tersebut.
Ia menyebutkan program ini melibatkan 96 BUMN dan anak perusahaan, dan merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran.
“Program mudik gratis ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas,” kata AHY.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif lain, antara lain diskon tiket transportasi dan diskon tarif tol, serta memastikan kesiapan infrastruktur mulai dari jalan raya, terminal, stasiun, pelabuhan, hingga bandara.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





