BEKASI – Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur mendorong pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur keselamatan di perlintasan sebidang yang padat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengunjungi korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026). Kecelakaan ini menewaskan sedikitnya 15 orang.
“Ketika ada lintasan-lintasan sebidang yang memang sangat padat di sejumlah kota, itu perlu kita bangun flyover atau underpass,” kata AHY.
Perlintasan sebidang adalah titik di mana jalan raya dan rel kereta bertemu langsung tanpa pemisah. Titik seperti ini dinilai masih menjadi sumber kecelakaan di kawasan padat penduduk.
Pemerintah juga berencana memperbarui sistem persinyalan kereta berbasis teknologi. Evaluasi akan dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mencari penyebab kecelakaan.
Dalam penanganan darurat, sebanyak 163 ambulans dikerahkan mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit di Bekasi.
“Saat ini ingin memastikan bahwa semua korban tentunya bisa menjalani di perawatan medis yang baik dan bisa segera pulih setelah ditangani dan bisa beraktivitas seperti sediakala,” ujar AHY.
AHY juga mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin saat melintas di jalur kereta api. Menurutnya, keselamatan transportasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga butuh kesadaran dari masyarakat itu sendiri.
Pemerintah menyatakan proses investigasi akan dilakukan secara terbuka sebagai dasar kebijakan keselamatan transportasi ke depan.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





