Pemulihan Pasca-gempa NTT, Pemerintah Tetapkan Tiga Prioritas

oleh -133 Dilihat
oleh
Menko Ahy Usai Upacara Hut Ri
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 RI di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

JAKARTA – Pemerintah menetapkan tiga langkah prioritas untuk memulihkan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan hal itu kepada wartawan usai menghadiri Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara, Senin (17/8/2026).

Dia menjelaskan, penanganan ini berfokus pada percepatan pemulihan fasilitas publik di lokasi bencana. Langkah tersebut diambil guna menjamin kehidupan warga yang terdampak dapat segera kembali berjalan dengan normal.

Fokus pertama pemerintah adalah memberikan dukungan penuh terhadap proses evakuasi para korban di lapangan. Berdasarkan data terbaru dari Basarnas, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana ini telah mencapai 70 jiwa. Selain itu, guncangan besar yang berpusat di laut timur laut Nagekeo tersebut juga menyebabkan setidaknya 1.182 warga mengalami luka-luka.

Prioritas kedua yang dilakukan kementerian adalah mengembalikan jaringan transportasi antardaerah yang sempat terputus. AHY menyatakan hal itu sangat penting untuk memastikan jalur distribusi logistik dan bantuan makanan tidak terhambat menuju lokasi pengungsian.

“Tidak boleh ada daerah yang terisolasi akibat gempa atau longsor,” ujarnya.

Langkah terakhir yang dikebut oleh pemerintah adalah memperbaiki jaringan infrastruktur dasar yang rusak akibat gempa. Sejumlah fasilitas vital masyarakat seperti saluran air bersih dan aliran listrik harus segera berfungsi kembali dalam waktu dekat. Fasilitas publik seperti ruang tunggu Pelabuhan Lorens Say Maumere yang sempat roboh serta gedung sekolah yang rusak juga masuk dalam target pendataan pemulihan.

Saat ini pihak kementerian masih terus mengumpulkan data riil mengenai total kerusakan bangunan serta fasilitas umum di seluruh NTT. Pendataan dan penghitungan ini dilakukan agar proses pembangunan kembali fasilitas publik dapat berjalan secara efektif serta tepat sasaran. Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena ribuan gempa susulan masih terus terjadi di kawasan tersebut.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.