36 Akademisi Indonesia Belajar Atasi Kemiskinan ke Tiongkok, Papua Jadi Prioritas

oleh -60 Dilihat
oleh
Pelepasan Peserta Pelatihan Ke Tiongkok
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara melepas 36 peserta pelatihan pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan ke Tiongkok, Jakarta, Rabu (7/5/2026).

JAKARTA – Sebanyak 36 peserta dari 10 perguruan tinggi Indonesia dikirim ke Tiongkok untuk belajar strategi pengentasan kemiskinan dan pembangunan pedesaan. Program ini berlangsung pada 9–22 Mei 2026, dibiayai penuh oleh Pemerintah Tiongkok.

Mereka bukan sekadar peserta pelatihan biasa. Setelah kembali ke Indonesia, para akademisi ini akan bergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang bertugas di 53 kawasan transmigrasi, dengan fokus utama di 10 kawasan di Papua.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan alasan keterlibatan kampus dalam program ini.

“Inilah yang kita gandeng untuk menjadi bagian Tim Ekspedisi Patriot di 53 kawasan transmigrasi, termasuk 10 kawasan di Papua,” ujarnya di Jakarta, Rabu (7/5).

Sepuluh kampus yang terlibat antara lain Universitas Indonesia, IPB University, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Hasanuddin.

Di Tiongkok, para peserta mengikuti perkuliahan, diskusi, dan kunjungan lapangan. Mereka mempelajari cara Tiongkok membangun desa dan mengangkat warganya dari kemiskinan—pengalaman yang dinilai relevan untuk diterapkan di kawasan transmigrasi Indonesia.

Salah satu peserta, Oktavianus Kolin, Kepala Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menyambut program ini dengan optimistis.

“Kami ingin belajar bagaimana strategi pengentasan kemiskinan itu dijalankan sehingga nantinya bisa diterapkan di Distrik Klamono-Segun,” katanya.

Kementerian Transmigrasi menegaskan program ini menandai pergeseran arah pembangunan transmigrasi. Bukan lagi sekadar membangun fisik kawasan, tetapi juga memperkuat kualitas manusia hingga ke tingkat desa dan keluarga.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.