Rel Kereta di Luar Jawa Jauh Tertinggal, Kalimantan Masih Nol Kilometer

oleh -114 Dilihat
oleh
Ahy Bahas Utang Whoosh
Menko Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/10/2025), terkait penyelesaian utang kereta cepat Whoosh.

“Kalau saja ini bisa kita dorong terus, maka akan memberikan keuntungan bagi negara dan semua pelaku dunia usaha di bidang komoditas sumber daya alam tadi,” papar AHY.

Target 14.000 Km Rel hingga 2045

Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 14.000 kilometer rel hingga tahun 2045 dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp1.200 triliun.

“Paling tidak untuk bisa meningkat secara signifikan, kita perlu membangun atau mengembangkan dan reaktivasi kurang lebih 14.000 kilometer rel kereta,” ungkap AHY.

Jika proyek ini berlangsung selama 20 tahun hingga 2045, pemerintah membutuhkan sekitar Rp60–65 triliun per tahun.

“Katakanlah tadi 14.000 kilometer hingga sekian tahun ke depan, maka biayanya itu diperkirakan sekitar Rp1.200 triliun, itu 20 tahun untuk hingga tahun 2045,” ujar AHY.

Angka tersebut masih bersifat awal dan perlu disesuaikan dengan kondisi geografis serta kebutuhan masing-masing daerah.

Untuk tahun 2026, pembangunan diprioritaskan pada lintasan Banda Aceh–Besitang di Sumatera Utara sebagai salah satu proyek quick wins.

Kesepakatan itu dicapai dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional yang digelar di Stasiun Tanah Abang, Rabu, 22 April 2026, bersama sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.