Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode, Demokrat Fokus Bantu Program Pemerintah

oleh -344 Dilihat
oleh
Herman Khaeron Sekjen Partai Demokrat
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, berbicara di sebuah forum.

JAKARTA – Partai Demokrat menyatakan belum membahas wacana dua periode untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilontarkan mantan Presiden Jokowi. Partai berlambang mercy ini lebih memilih fokus membantu program pemerintah saat ini.

Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Herman Khaeron mengatakan partainya saat ini masih berkonsentrasi mendukung pemerintahan Prabowo.

Menurutnya, masih banyak tantangan politik, ekonomi, dan sosial yang harus diselesaikan bersama.

“Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama, baik itu politik, ekonomi, sosial yang tentu ini tidak ringan,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Herman menegaskan Demokrat memilih tidak terjebak dalam perdebatan politik yang bisa memecah konsentrasi.

Partai memposisikan diri sebagai pendukung aktif pemerintah dalam menjalankan program-programnya.

Jika ada partai lain yang ingin membicarakan kepentingan politiknya terkait wacana dua periode, Herman mempersilakan. Namun bagi Demokrat, prioritas tetap pada kesuksesan program Presiden Prabowo.

Wacana Prabowo-Gibran dua periode kembali mencuat setelah Jokowi menegaskan dukungannya saat ditemui wartawan di kediamannya di Solo, Jumat (30/1/2026).

Saat itu, Jokowi menanggapi pernyataan Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang menyebut Gibran berpotensi jadi kompetitor kuat di Pilpres 2029.

“Kan sudah saya sampaikan, Prabowo-Gibran dua periode. Udah, itu saja,” ucap Jokowi singkat.

Pernyataan Ahmad Ali sendiri disampaikan dalam Podcast Gaspol Kompas.com yang tayang Kamis (22/1/2026). Pernyataan ini kemudian memicu berbagai tanggapan dari sejumlah partai politik.

Beberapa hari setelah pernyataan tersebut, Presiden Prabowo justru mempersilakan pihak yang tidak puas dengan pemerintahannya untuk bersaing di Pilpres 2029.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Prabowo mengajak kritikus pemerintahannya untuk berkompetisi secara sehat dalam pemilu, bukan dengan cara merusak.

“Kalau saudara tidak suka dengan 2-3 orang, jangan merusak seluruh bangsa. Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan, 2029 bertarung,” ujarnya di hadapan peserta rakornas.