Usulan Interpelasi DAK 2024 Picu Ketegangan di Internal DPRD NTB

oleh -1167 Dilihat
oleh
Indra Jaya Usman Dan Muzihir
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD NTB Indra Jaya Usman (kiri) dan Ketua Fraksi PPP H. Muzihir (kanan)

Ia juga menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPRD NTB dari Fraksi PPP, Muzihir, yang menyebut persoalan DAK sebaiknya diselesaikan melalui rapat di tingkat komisi saja.

IJU berpendapat skala persoalan DAK telah melampaui kapasitas komisi-komisi teknis.

“Ini bukan perkara sepele. Persoalan DAK ini kompleks dan tidak cukup hanya ditanyakan kepada kepala dinas. Gubernur yang harus menjawab langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Muzihir mengakui Fraksi PPP belum mendukung penggunaan hak interpelasi.

Menurutnya, mekanisme interpelasi terlalu panjang dan tidak urgen dalam konteks saat ini.

Namun, ia menyatakan usulan tersebut tetap akan dibahas dalam rapat pimpinan pada Rabu (22/1), disertai kajian lebih lanjut mengenai urgensinya.

“Kami butuh kajian. Tapi kami tetap menghormati usulan dari 14 anggota DPRD itu,” katanya. ()

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *