BANDAR LAMPUNG – Tiga kiai Nahdlatul Ulama di Lampung resmi bergabung ke Partai Demokrat.
Mereka adalah Kiai Alimudin dari Pondok Pesantren Roudhotutholibin Seputih Raman Lampung Tengah, Kiai Abdul Basyir dari Pubian Lampung Tengah, dan Kiai Ahmad Subari dari Ponpes Subulus Salam Karang Jawa.
Ketua DPD Partai Demokrat Lampung Edy Irawan Arief membenarkan bergabungnya ketiga kiai tersebut.
Edy menyambut gembira kehadiran para pengasuh pondok pesantren itu di kepengurusan Demokrat Lampung.
“Semoga ini menjadi energi baru untuk Partai Demokrat yang berangkat dari kalangan para santri,” kata Edy di kantor DPD PD Lampung, Minggu (23/1).
Demokrat Dekat dengan Ulama
Kiai Alimudin mengaku tertarik bergabung karena Partai Demokrat dekat dengan kalangan ulama dan kiai.
Sosok mantan Ketua Dewan Syuro PKB Lampung Tengah periode 2009-2014 ini yakin Demokrat mengedepankan kepentingan rakyat.
“Saya yakin Demokrat mengedepankan kepentingan rakyatnya,” kata Kiai Alimudin, Minggu (23/1).
Menurutnya, Ketua Umum Partai Demokrat AHY memiliki sikap santun dan dekat dengan ulama.
Kehadiran Ibu Nyai Azizah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat juga menginspirasi keputusannya bergabung.
Nyai Azizah adalah putri KH Ma’ruf Amin yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Demokrat Konsisten Jaga Kebersamaan
Kiai Abdul Basyir menilai Partai Demokrat selalu konsisten menjaga kebersamaan.
Pengurus DPD Jamaah Toreqoh Syahadattain Pimpinan Habib Umar ini melihat Demokrat punya cita-cita mulia untuk bangsa dan negara.
“Saya melihat baik dari mata dhohir maupun batin, baik saat ini maupun di pileg 2024 insya Allah Demokrat akan berkembang pesat,” tuturnya.
Kiai Abdul Basyir menambahkan Partai Demokrat selalu menghargai semua aspirasi dari pengurus, anggota, maupun masyarakat.
Partai ini juga berani memberi saran bila ada gagasan yang salah, bahkan dari pemerintah.
Sosok Edy Irawan sebagai putra tokoh NU Lampung KH Arief Makhya ikut menarik perhatiannya.
Dia mengamati banyak warga Nahdiyin yang menerima Demokrat karena ada tokoh-tokoh Nahdliyin di dalamnya.
