SAMBAS – Yuwono tidak kuasa menahan air mata. Kepala Desa Sungai Sapah, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas itu menangis haru saat jalan yang didambakan warganya selama hampir empat dekade akhirnya diresmikan.
Jalan Sungai Sapah–Sepadak yang selama puluhan tahun rusak parah kini menjadi layak dilalui berkat Program Inpres Jalan Daerah dari pemerintah pusat.
“Dari tahun 1988 baru sekarang terealisasi, kurang lebih 37-38 tahun. Dulu saya ke kantor camat perlu waktu satu jam, sekarang 10 menit sudah sampai,” ujar Yuwono dengan suara bergetar di hadapan Staf Khusus Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra, Bupati Sambas, dan ratusan warga yang hadir.
Yuwono mengenang betapa beratnya kehidupan warga akibat jalan rusak. Anak-anak sekolah sering terlambat dan tidak bisa masuk kelas. Warga yang hendak ke rumah sakit terpaksa berjuang melewati jalan berlumpur dan rusak.
“Saya sering bertemu anak sekolah di jalan. Karena sudah jam delapan, anak-anak tidak bisa masuk. Ada yang mau ke rumah sakit, sampai balik lagi. Saya sedih,” tuturnya.
Perubahan nyata kini dirasakan masyarakat. Jika dulu hasil pertanian harus dibawa jauh ke pasar, sekarang pedagang justru datang langsung ke kampung. Bahkan pernah ada warga yang protes soal pajak karena kondisi jalan yang memprihatinkan.
“Dulu sampai ada masyarakat bilang, ‘Pak Kades, pajak jangan dibayar karena jalan kita seperti ini.’ Tapi sekarang, alhamdulillah, pedagang sudah masuk ke kampung,” katanya.
Di tengah rasa syukur, Yuwono masih menyimpan harapan. Ia meminta dukungan Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Bupati Sambas untuk menuntaskan sisa jalan sepanjang 1,4 kilometer.
Salam dari AHY untuk Masyarakat Sambas
Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Herzaky Mahendra Putra menegaskan pembangunan jalan ini merupakan bukti pemerintah merespons aspirasi masyarakat daerah dengan cepat.
“Di satu tahun usia pemerintahan ini, kami berkomitmen untuk terus bekerja secara responsif. Pembangunan infrastruktur seperti ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke pelosok negeri,” katanya.
Herzaky menyebut perubahan di Kecamatan Subah sebagai titik awal kebangkitan wilayah yang selama 38 tahun kerap disebut sulit berubah.
Ia menyatakan Menko AHY bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memberikan perhatian serius pada proyek ini.
“Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, bersama-sama Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, memberikan perhatian serius agar pembangunan infrastruktur tidak hanya selesai secara fisik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Herzaky juga menyampaikan salam dari Menko AHY dan Menteri PU kepada masyarakat Sambas.
Ia memastikan pembangunan ini bukan yang terakhir, termasuk penyelesaian sisa 1,4 kilometer yang akan diperjuangkan di era Presiden Prabowo dan Bupati Sambas.
Cuaca dan Banjir jadi Tantangan
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat Chandra Syah Parmance menjelaskan proyek ini merupakan paket Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp18,9 miliar.
Berbeda dengan sebelumnya, IJD kini direncanakan untuk lima tahun sekaligus, dari 2025 hingga 2029, agar tidak ada pekerjaan berulang.
Meski menghadapi tantangan cuaca dan banjir, proyek tetap selesai tepat waktu berkat kolaborasi berbagai pihak.
