Surplus 1.107 Ton Benih Padi NTB Butuh Skema Pengelolaan yang Jelas

oleh -161 Dilihat
oleh
Syamsul Fikri Minta Skema Jelas Kelola Surplus Benih Padi Ntb
Anggota Komisi IV DPRD NTB Syamsul Fikri menyoroti perlunya skema pengelolaan transparan untuk surplus 1.107 ton benih padi NTB yang akan disalurkan ke Bali dan NTT.

MATARAM– Rencana penyaluran surplus benih padi NTB sebesar 1.107 ton ke Bali dan NTT pada 2026 dinilai perlu disertai skema pengelolaan yang transparan dan menguntungkan daerah.

Anggota Komisi IV DPRD NTB, Syamsul Fikri, S.Ag., M.Si., menyoroti pentingnya mekanisme yang jelas dalam pemanfaatan surplus tersebut.

Ia menilai kelebihan stok benih ini harus menjadi sumber pendapatan baru bagi NTB, bukan sekadar bantuan ke daerah lain.

“Surplus benih ini peluang besar. Tapi kita harus pastikan ada skema yang jelas, mulai dari harga jual, mekanisme distribusi, sampai bagaimana petani kita mendapat keuntungan,” ujar Syamsul Fikri.

Politisi asal Sumbawa ini menekankan pemerintah daerah perlu menyusun roadmap kerjasama antar-provinsi yang saling menguntungkan.

Menurutnya, NTB tidak boleh hanya menjadi pemasok murah.

“Jangan sampai kita hanya jadi pemasok murah. Petani dan produsen benih di NTB harus merasakan nilai tambah dari surplus ini,” tegasnya.

Syamsul juga mengingatkan pentingnya kontrol kualitas benih yang akan diekspor. Ia khawatir jika pengawasan lemah, reputasi NTB sebagai sentra benih unggul bisa tergerus.

“Benih yang kita kirim harus benar-benar berkualitas. Ini menyangkut kredibilitas NTB di tingkat nasional,” katanya.

Wakil Ketua I DPD Partai Demokrat NTB itu mengapresiasi capaian produksi padi NTB tahun 2025 yang mencapai 1,69 juta ton GKG, naik 16,65% dari tahun sebelumnya.

Namun ia mengingatkan, peningkatan produksi harus diimbangi perbaikan kesejahteraan petani.

“Produksi naik itu bagus, tapi apakah harga gabah juga menguntungkan petani? Ini yang perlu kita awasi bersama,” ucap Syamsul.

Pernyataan Syamsul Fikri muncul setelah Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Muh Riadi, menghadiri Rapat Evaluasi Kegiatan Tahun 2025 dan Sosialisasi Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk Tahun 2026 di Labuan Bajo, 18-20 November 2025.

Dalam rapat tersebut, Riadi melaporkan NTB memiliki estimasi stok benih sekitar 2.695,96 ton untuk kebutuhan 2026 yang diperkirakan mencapai 1.586 ton. Surplus 1.107 ton tersebut direncanakan akan disuplai ke Provinsi Bali dan NTT.

Produksi padi NTB sepanjang 2025 mencapai 1.695.451 ton GKG, meningkat 16,65% dibanding tahun 2024. Capaian ini memperkuat posisi NTB sebagai sentra produksi padi nasional dan penyokong ketahanan pangan.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.