DEMOKRAT NEWS – Sumur bor yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum di Kabupaten Aceh Tamiang mulai berfungsi dan digunakan warga.
Salah satunya adalah sumur bor di Masjid Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed yang sudah mengalirkan air dari kedalaman 82 meter.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana.
Menurut dia, hal ini berkaitan langsung dengan kesehatan dan aktivitas sosial masyarakat.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih,” kata Dody melalui keterangan tertulis yang diterima, Ahad (11/1/2025).
Warga Manyak Payed, Aisyah Rahmi, mengaku sangat terbantu dengan adanya sumur bor ini. Sejak bencana, warga kesulitan mendapatkan air bersih.
“Alhamdulillah sekarang air sudah mengalir lancar. Jamaah bisa beribadah dengan tenang, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya, tidak perlu antre lagi,” ucap Aisyah.
Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera I membangun 24 titik sumur bor di Aceh Tamiang.
Beberapa lokasi masih dalam tahap pengeboran dengan kedalaman yang bervariasi.
Di Kantor Camat Kuala Simpang, pengeboran sudah mencapai kedalaman 86 meter dari target 100 meter.
Di Masjid Al Ikhlas, Gampong Sukajadi, Kecamatan Banda Mulia, pengeboran mencapai 76 meter.
Sedangkan di Kantor Datok Gampong Menanggini, Kecamatan Karang Baru, baru mencapai 25 meter karena alat bor mengalami kerusakan.
Lokasi lain yang sedang dikerjakan adalah Pesantren Darul Mukhlisin dengan kedalaman 96 meter, TK Nurul Ikhlas Telaga Meuku II Sidomulyo yang mencapai 82 meter, serta Desa Matang Teupah yang sudah selesai pada kedalaman 100 meter dan memasuki tahap pembangunan sumur.
Di Desa Bandar Khalifah, pengeboran sudah mencapai 118 meter dari rencana 150 meter.
Sementara di Desa Meurandeh, sumur sedalam 92 meter sudah selesai dibangun dan kini dalam tahap pencucian sebelum dipasang pompa.
Untuk memastikan lokasi pengeboran tepat sasaran, Kementerian PU melakukan survei geolistrik di sejumlah wilayah.
Survei dilakukan di Desa Gelung, Desa Meurandeh, Kecamatan Tenggulun, dan beberapa lokasi lainnya.
Pada 10 Januari 2026, survei tambahan juga dilakukan di wilayah Manyak Payed dan Kantor Kejaksaan Negeri, serta dua titik cadangan untuk kebutuhan mendatang.
