BANDA ACEH – Aceh memiliki sumber daya manusia yang siap menggerakkan ekonomi berbasis kreativitas. Hal ini ditunjukkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh tahun 2024 yang mencapai 75,36.
Capaian tersebut menempatkan Aceh di peringkat ke-11 nasional dan menjadi yang tertinggi di luar Pulau Jawa.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut angka ini sebagai modal besar bagi pengembangan sektor kreatif.
“Aceh punya modal besar. IPM 2024 sebesar 75,36 menempatkan Aceh di peringkat ke-11 nasional, tertinggi di luar Jawa,” kata Riefky saat acara Serambi Ekraf Awards 2025 di Hotel The Padee, Aceh Besar, Jumat (29/8/2025) malam.
Riefky menilai ekonomi kreatif dapat menjadi solusi strategis menghadapi masalah pengangguran terbuka yang masih tinggi di Aceh. Sektor ini terbukti tumbuh pesat meski ekonomi global melambat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelumnya juga menekankan pentingnya sektor ekonomi kreatif bagi Aceh. Hal ini disampaikan dalam Rakornas Produk Hukum Daerah di Kendari.
Setibanya di Banda Aceh, Riefky langsung berdialog dengan pelaku ekonomi kreatif lokal. Dia bertemu dengan Ija Kroeng dari bidang fesyen, Minyeuk Pret dari parfum, hingga musisi Killa The Pia dan Apache.
“Ini bukti bahwa potensi kreatif Aceh nyata dan menjanjikan dengan kualitas dan kreativitas yang layak dipajang di panggung nasional dan global,” tegasnya.
Acara Serambi Ekraf Awards 2025 mengangkat tema “Menghargai Karya, Memajukan Bangsa”. Event ini tidak hanya mengapresiasi kreator, tetapi juga para pembina ekosistem kreatif daerah.
Riefky berharap penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kreator muda Aceh. Dia ingin mereka terus berinovasi dan memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional.