JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda Indonesia agar tidak mudah terpengaruh oleh pendapat para ahli ekonomi. Ia menekankan pentingnya memahami prinsip dasar ekonomi untuk menghindari manipulasi.
“Jika Anda tidak memahami ekonomi, Anda bisa dengan mudah dipermainkan oleh para ekonom. Anda tidak boleh merasa takut oleh apa yang disebut para ahli,” ujar Prabowo dalam acara Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St.Regis, Rabu (15/10/2025).
Kepala negara menyampaikan hal tersebut dalam sesi dialog “A Meeting of Minds”. Ia mengajak masyarakat, terutama anak muda, untuk berani bersikap mandiri dalam membangun ekonomi nasional.
Prabowo mengungkapkan langkah konkret pemerintah dalam memberdayakan rakyat kecil. Salah satunya dengan menghapus utang lama para petani dan pengusaha kecil yang sudah tidak mungkin dibayar.
“Saya memanggil beberapa bankir, kami berdiskusi. Dan pada dasarnya saya memahami bahwa sebenarnya di bank, setelah 25 tahun, sebagian besar utang itu sudah dihapuskan dalam pembukuan bank,” kata Prabowo.
Kebijakan ini dinilai realistis karena utang-utang tersebut memang sudah tidak efektif untuk ditagih. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mendorong mereka untuk bangkit kembali.
Presiden juga menyoroti dampak besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perekonomian. Program ini tidak hanya memberikan nutrisi kepada anak-anak, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.
“Bahkan dengan program makan gratis ini saja, kami sudah menciptakan langsung 1,5 juta lapangan kerja, langsung. Ada 30.000 dapur, masing-masing mempekerjakan 50 orang,” ungkap Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa angka tersebut belum termasuk 81.000 koperasi yang terlibat. Menurut Prabowo, para ahli ekonomi mengatakan pertumbuhan ekonomi 1 persen hanya menciptakan 400.000 lapangan kerja, sementara program MBG sendirian sudah setara dengan pertumbuhan 3 persen.
Program ini juga mendorong tumbuhnya wirausaha lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh perekonomian domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan.
Di sisi lain, pemerintah terus memperluas kerja sama perdagangan internasional. Prabowo mengapresiasi tim ekonomi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menyelesaikan kesepakatan dagang penting.
Salah satunya adalah Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Uni Eropa. Kesepakatan ini membuka akses pasar Indonesia di tengah persaingan perdagangan global yang ketat.
“Saya juga menyaksikan penandatanganan CEPA dengan Kanada dan saya pikir kita semakin berupaya menjalin kesepakatan seperti ini dengan banyak pasar lain, termasuk Amerika Latin, RCEP, dan CPTPP,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan komitmennya menata ulang badan usaha milik negara (BUMN). Ia ingin BUMN lebih efisien dan mampu bersaing di level global.
“Jadi saya telah memberikan arahan kepada Ketua Danantara untuk merasionalisasi semuanya, mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200, atau 230, 240, dan kemudian menjalankannya dengan standar internasional,” ujar Prabowo.
Ia yakin tingkat pengembalian investasi BUMN yang saat ini hanya 1-2 persen bisa ditingkatkan. Pembenahan ini diharapkan membuat BUMN lebih produktif dan menguntungkan.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
