JAKARTA – Anggota DPR dari Partai Demokrat meluncurkan buku khusus untuk mendorong Presiden Prabowo Subianto membenahi sistem perizinan minyak dan gas. Hinca Pandjaitan merilis buku “Kolaborasi Sebagai Kunci Menuju Swasembada Energi” di Gedung DPR, Jumat (29/8).
Buku ini berisi hasil penyelidikan Hinca terhadap masalah perizinan migas selama menjadi anggota Komisi III DPR. Ia menyebut sistem izin migas saat ini terlalu rumit dan menghambat investasi.
“Buku ini adalah catatan pikiran saya tentang belantara izin migas yang begitu rumit dan berbelit,” kata Hinca.
Politisi Demokrat itu secara langsung menyampaikan pesan kepada Prabowo dalam bukunya. Ia meminta Presiden berani mengambil langkah tegas untuk memperbaiki tata kelola migas Indonesia.
“Pesan saya, Pak Prabowo teruslah berjalan di depan, memimpin, dan mendobrak belantara izin yang berbelit-belit,” ujar Hinca.
Sampul buku tersebut menampilkan ilustrasi mirip sosok Prabowo yang sedang berjalan menuju pintu berapi. Di sekitarnya tergambar tumpukan dokumen perizinan yang kompleks sebagai simbol masalah yang harus diselesaikan.
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai buku Hinca terbit di waktu yang tepat. Saat ini DPR sedang membahas revisi Undang-Undang Migas untuk mengatasi masalah perizinan.
“Isu yang diangkat Bang Hinca sangat relevan. Saat ini kita memang tengah mengurai persoalan perizinan migas yang terlalu kompleks,” kata Eddy.
Eddy menambahkan Indonesia masih membutuhkan migas untuk mendukung program hilirisasi industri. Meski sedang beralih ke energi terbarukan, migas tetap diperlukan sebagai bahan bakar dan bahan baku industri.
“Karenanya, revisi UU Migas menjadi krusial dan harus segera dipercepat,” tutur Eddy Soeparno.