Pernyataan Presiden Soal Polisi Urusan Jagung, IJU: Indonesia Punya Cara Sendiri

oleh -217 Dilihat
oleh
Iju Tanggapi Pernyataan Presiden Soal Polisi Urusan Jagung
Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman memberikan tanggapan terkait pernyataan Presiden Prabowo tentang keterlibatan polisi dalam program ketahanan pangan di Mataram.

“Presiden jujur bilang dia fokus dulu ke kebocoran ekonomi. Ini transparansi yang jarang dari pemimpin,” katanya.

IJU menilai analogi Presiden yang menyebut kekayaan negara seperti darah dalam tubuh sangat mudah dipahami rakyat. Pendekatan komunikasi seperti ini dinilai efektif untuk menjelaskan kebijakan yang kompleks.

“Rakyat awam bisa paham. Darah bocor terus, tubuh mati. Kekayaan negara bocor terus, negara bangkrut,” jelasnya.

Terkait pernyataan Presiden bahwa tidak ada yang dititipkan dalam pengangkatan pejabat Polri kecuali mantan pengawal, IJU menilai ini bentuk akuntabilitas publik yang perlu diapresiasi. Presiden berani membuka diri soal praktik yang umum terjadi.

“Presiden terus terang soal nitip mantan pengawal. Ini kejujuran, bukan kelemahan,” ujar IJU.

IJU juga menyoroti ajakan Presiden kepada jajaran untuk tidak takut dikritik atau difitnah. Menurutnya, mental tangguh ini penting untuk pemimpin di era media sosial yang serba cepat dan keras.

“Presiden bilang malam-malam buka podcast, kadang dongkol tapi dicatat. Ini dewasa, tidak alergi kritik,” katanya.

Mantan legislator ini menutup dengan menekankan pentingnya pemimpin yang berani berbeda dan tidak terjebak meniru model luar negeri. Ia berharap kepala daerah di NTB juga berani mengambil langkah pragmatis sesuai kebutuhan lokal.

“Jangan kaku dengan aturan yang tidak cocok. Yang penting hasilnya untuk rakyat,” pungkas IJU.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Mabes Polri, Rabu (29/10/2025), dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba.

Dalam pidatonya, Presiden membela keterlibatan polisi dalam program ketahanan pangan dengan menyebut Indonesia tidak perlu mengikuti model Barat yang kaku.

Presiden menegaskan pendekatan gotong royong lebih sesuai untuk Indonesia, termasuk menggerakkan polisi dan TNI dalam produksi pangan untuk menyejahterakan rakyat sebagai bagian dari pencegahan kriminalitas.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.