MATARAM – Ketua DPD Partai Demokrat NTB Indra Jaya Usman (IJU) menilai pemusnahan 214,8 ton barang bukti narkoba yang dilakukan Polri menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memerangi kejahatan terorganisir. Langkah ini dinilai strategis untuk melindungi generasi muda Indonesia.
“Angka 214,8 ton bukan jumlah kecil. Ini menunjukkan jaringan narkoba sudah sangat masif,” ujar IJU di Mataram, Kamis (30/10/2025), menanggapi pemusnahan narkoba di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.
IJU menyebut pemusnahan barang bukti sabu, pil ekstasi, dan ganja ini harus menjadi momentum evaluasi strategi pemberantasan narkoba.
Menurut dia, upaya penegakan hukum harus diimbangi dengan pendekatan pencegahan di tingkat masyarakat.
“Polri sudah bekerja keras menangkap dan menyita. Tapi kita juga perlu memperkuat pencegahan di level kampung dan kelurahan,” kata IJU.
Anggota DPRD NTB ini mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam perang melawan narkoba.
Ia menekankan bahwa daerah-daerah seperti NTB yang menjadi jalur transit perlu mendapat perhatian khusus.
“NTB dengan posisi geografisnya rawan dijadikan jalur penyelundupan. Koordinasi lintas instansi harus diperkuat,” tegas IJU.
IJU juga mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo yang menempatkan pemberantasan narkoba sebagai prioritas nasional. Namun ia mengingatkan, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah sitaan, tetapi dari berkurangnya pengguna dan peredaran di masyarakat.
“Tantangan sebenarnya adalah memutus rantai permintaan. Selama ada pasar, pengedar akan terus mencari cara,” ujarnya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat ini menyerukan keterlibatan aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam pengawasan terhadap anak muda.
Menurutnya, pendekatan kultural akan lebih efektif dibanding hanya mengandalkan represif.
“Keluarga adalah benteng pertama. Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak-anaknya,” kata IJU.
Terkait rehabilitasi, IJU mendesak pemerintah memperbanyak fasilitas rehabilitasi yang berkualitas. Ia menilai program rehabilitasi masih belum optimal karena keterbatasan fasilitas dan tenaga ahli.
“Pecandu adalah korban yang perlu diselamatkan. Mereka butuh rehabilitasi yang layak, bukan hanya penjara,” tegasnya.
IJU menegaskan, perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak acuh terhadap peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Kalau kita diam saja, sama artinya kita membiarkan masa depan anak-anak kita hancur,” pungkas IJU.
Sementara itu Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Mabes Polri, Rabu (29/10/2025), dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba.
