JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, pemerintah diminta untuk menjamin ketersediaan dan harga bahan pokok tetap terjangkau masyarakat. Hal itu muncul meski data pemerintah menunjukkan stok pangan dalam kondisi baik.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Muhammad Zulfikar Suhardi, mengatakan data ketersediaan pangan yang dilaporkan pemerintah dalam rapat dengan Komisi IV memang terlihat cukup. Namun, ia menekankan angka-angka tersebut harus benar-benar terwujud di lapangan.
“Kita melihat datanya cukup baik dan kami yakin ini cukup untuk menjelang dan selama ramadan tetapi kami tetap menegaskan bahwa ketersediaan, akses dan harga tetap harus dijangkau masyarakat dan data ini tidak hanya bagus di atas kertas,” ujar Zulfikar di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Politikus muda asal Sulawesi Barat ini secara khusus meminta perhatian pemerintah terhadap sejumlah komoditas pangan yang biasanya naik harga menjelang Ramadan.
Beberapa bahan pokok yang disebutnya antara lain cabai, kedelai, daging, ayam, bawang, dan minyak goreng.
Zulfikar juga mendorong pemerintah untuk bertindak tegas terhadap pelaku penimbunan bahan pangan selama Ramadan.
Dia menyatakan mendukung sikap Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar.
“Tentu perlu diberikan tindakan tegas kalau memang ada yang melakukan penimbunan, dan ini juga sudah disampaikan oleh pak mentan akan memberikan punishment kalau memang ada yang melanggar,” tegasnya.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
