KUTACANE – Nurdiansyah Alasta kini menjadi sorotan di kalangan kader Partai Demokrat Aceh.
Pria yang akrab disapa Dian ini dipercaya menjadi Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh periode 2021-2026, di bawah kepemimpinan Muslim sebagai Ketua DPD.
Posisi bendahara bukan jabatan biasa karena menggerakkan roda organisasi partai.
Sebelum terjun ke politik, Dian adalah Pegawai Negeri Sipil di Aceh Tenggara.
Dia pernah menjabat Kepala Sub Bagian Keuangan dan Pelaporan di Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan.
Karier ASN-nya berlanjut sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner.
Jabatan terakhirnya adalah Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Tenggara.
Namun Dian memutuskan keluar dari semua posisi itu.
Ikuti Jejak Sang Ayah
Dian merasa perannya sebagai ASN kurang maksimal membantu masyarakat.
Dia lalu memilih jalan politik lewat Partai Demokrat.
Keputusan itu mengikuti jejak ayahnya, almarhum H. Jamidin Hamdani.
“Bapak sebelum terjun ke politik juga seorang jurnalis (Ketua PWI Aceh Tenggara) yang kerap melibatkan saya menulis, begitu juga di politik, kerap mengajak saya turun ke masyarakat,” kata Dian.
Ayahnya wafat saat menjabat Anggota DPRA dan Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara.
Dian maju sebagai calon legislatif pada 2019 setelah ayahnya meninggal.
Dia terpilih mewakili Dapil VIII yang meliputi Aceh Tenggara dan Gayo Lues.
Alumni SMA Patra Nusa itu kini menjadi Anggota DPRA dari Fraksi Demokrat.
“Alhamdulillah, sejak tahun 2020 saya juga dipercaya sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Aceh Tenggara,” ujarnya.
Jabatannya sebagai Bendahara DPD membuka jalan lebih luas menjalankan misi kemasyarakatan.
