“Orang asing sekarang malah mencari produk yang berlabel halal karena terjamin kualitas dan kebersihannya,” katanya.

Hal senada disampaikan Surur yang meyakini produk bersertifikat halal memiliki nilai jual lebih tinggi.
Ini menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing produk mereka.
Kepala Desa Sembalun Bumbung Ridwan Hadi mengakui masih banyak warganya yang belum mendaftarkan produk, terutama kopi dan makanan olahan, untuk mendapatkan sertifikat halal.
“Nanti kami akan berkoordinasi untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan label halal,” janjinya.
Program Literasi Hingga Kecamatan
Kegiatan literasi sadar halal yang diselenggarakan BPJPH bersama DPR RI Komisi VIII ini diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, Dinas Koperasi-UMKM, dan Kemenag Lombok Timur.

Program serupa diharapkan dapat diperluas hingga tingkat kecamatan untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.
Inisiatif ini sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
“Melihat potensi wisata halal yang kita miliki, NTB berpeluang menjadi model implementasi sertifikasi halal yang dapat diadopsi daerah lain,” ucap Nanang Samodra.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





