Musda Demokrat Jatim Hadirkan Dua Kandidat Ketua, Wantim Ingatkan Soliditas

oleh -549 Dilihat
oleh
Sby Latar Belakang Bendera Demokrat
Pendiri Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono, dengan latar belakang bendera Partai Demokrat.

SURABAYA – Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD Partai Demokrat Jawa Timur Priyo Effendi mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal jelang penyelenggaraan Musyawarah Daerah VI di Surabaya.

“Musda tidak boleh menghilangkan soliditas. Beda pilihan itu wajar, asal jangan menyimpang dari anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” ujarnya di Surabaya, Rabu.

Musda Partai Demokrat Jatim akan digelar Kamis, 20 Januari 2022 di Surabaya.

Dua kandidat diprediksi bersaing menjadi calon ketua definitif, yakni Emil Elestianto Dardak dan Bayu Airlangga.

Emil Dardak saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Demokrat sekaligus Wakil Gubernur Jatim.

Bayu Airlangga adalah Pelaksana Tugas Sekretaris DPD Demokrat dan wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim.

Priyo mengajak seluruh kader Partai Demokrat Jatim lebih bijak menghadapi musda dengan menghormati seluruh aturan berlaku.

Musda kali ini tidak memilih ketua, melainkan hanya mengusulkan bakal calon.

Sidang akan mengusulkan maksimal tiga nama calon dan sedikitnya satu nama ke Tim 3 DPP.

Tim 3 DPP terdiri dari ketua umum, sekretaris jenderal, dan ketua BPOKK untuk proses pascamusda.

Para calon yang memenuhi persyaratan akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan. Materi pokok uji meliputi visi, misi, serta program kerja calon.

Priyo optimistis Partai Demokrat meraih hasil semakin baik dalam Pemilu 2024.

Kekompakan kader sudah terbukti saat menghadapi upaya gerakan pengambilalihan partai oleh kubu Moeldoko.

“Jatim basis yang sangat penting bagi Demokrat, apalagi Pak SBY berasal dari Pacitan. Maka kader harus menjadikan proses musda ini tertib dan taat aturan,” katanya.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.