Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menggambarkan situasi itu dengan analogi gerakan yang tidak sinkron.
“Sudah bagus, karena ganti aturan mundur lagi. Mending mundurnya sama. Kalau ini maju dua langkah, tahu-tahu mundur lima langkah,” tukasnya.
Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut menggambarkan situasi itu dengan analogi gerakan yang tidak sinkron.
“Sudah bagus, karena ganti aturan mundur lagi. Mending mundurnya sama. Kalau ini maju dua langkah, tahu-tahu mundur lima langkah,” tukasnya.