Kendalikan Potensi Banjir, Pembangunan Sabo Dam di Aceh Tenggara Dipercepat

oleh -144 Dilihat
oleh
Foto Kemen Pu
Foto: Kemen PU

DEMOKRAT NEWS – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mempercepat pembangunan sabo dam dan check dam di hulu sungai Kabupaten Aceh Tenggara.

Upaya itu dilakukan untuk mengendalikan banjir bandang sekaligus melindungi infrastruktur jembatan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan penanganan bencana harus dimulai dari sumber masalah di bagian hulu, bukan hanya di hilir.

“Penanganan banjir bandang harus dimulai dari hulu. Sabo dam berfungsi sebagai penangkap material, sehingga aliran air ke hilir bisa lebih terkendali dan tidak merusak infrastruktur,” ujar Dody saat meninjau Jembatan Pantai Dona di Aceh Tenggara, Senin (12/1).

Kementerian PU merencanakan pembangunan 30 hingga 40 titik check dam dan sabo dam di wilayah Aceh, termasuk kawasan rawan banjir bandang di Aceh Tenggara.

Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan lokasi prioritas, salah satunya di hulu Sungai Alas.

Dody menyoroti pentingnya melindungi Jembatan Pantai Dona yang membentang di Sungai Alas.

Jembatan itu menjadi akses vital yang menghubungkan tiga kecamatan yaitu Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman.

Menurut Dody, pembangunan jembatan harus disertai pengendalian material dari hulu agar hasilnya efisien dan tahan lama.

Dia juga meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh mempercepat penanganan infrastruktur, termasuk Jembatan Pantai Dona.

Dody menargetkan pekerjaan dapat dilakukan siang dan malam dari dua sisi agar jembatan berfungsi kembali dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Dody turut meninjau Jembatan Mbarung di Kecamatan Babussalam yang juga terdampak bencana.

Jembatan tersebut menghubungkan empat kecamatan yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, Babul Rahmah, dan Darul Hasanah.

Jembatan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Dody juga meninjau Puskesmas Jambul Alam yang berada di kawasan rawan banjir.