Kementerian ATR/BPN Pakai AI untuk Deteksi Konflik Tanah dan Berantas Mafia Tanah

oleh -181 Dilihat
oleh
Wamen Atr Bpn Ossy Dermawan Buka Webinar Ai
Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan saat membuka webinar tentang strategi pemanfaatan AI di Kementerian ATR/BPN, Kamis (29/01/2026).

JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai melirik teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mempermudah kerja mereka. Teknologi ini akan dipakai untuk mengawasi tanah dan mendeteksi masalah sedini mungkin.

Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan mengatakan, AI bisa membantu pemetaan dan analisis data tata ruang jadi lebih baik.

Tidak hanya itu, teknologi ini juga bisa mendeteksi potensi konflik tanah sejak awal, membantu menyelesaikan sengketa, hingga mendukung pemberantasan mafia tanah.

“AI bisa berpotensi membantu kita dalam meningkatkan kualitas pemetaan dan analisis data tata ruang, mendeteksi potensi konflik agraria sejak dini,” kata Ossy dalam webinar yang digelar Kamis (29/01/2026).

Ossy menjelaskan, meski punya banyak manfaat, penggunaan AI di kementerian harus mengikuti tiga prinsip penting.

Pertama, efisien, artinya teknologi harus benar-benar memberi manfaat nyata dan mempercepat pelayanan publik.

Kedua, aman, sistem AI harus menjamin keamanan data dan perlindungan privasi dari serangan siber.

Prinsip ketiga adalah bertanggung jawab. Ossy menekankan penggunaan AI tidak boleh melanggar etika dan hukum yang berlaku. Teknologi juga tidak boleh menghilangkan nilai-nilai dasar pelayanan publik.

“Kita tidak boleh membiarkan kemajuan teknologi menggeser nilai-nilai dasar pelayanan publik, yaitu keadilan, kepastian hukum, kemanusiaan dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat,” tegas Ossy.

Webinar tentang strategi penggunaan AI ini diikuti sekitar 700 pegawai Kementerian ATR/BPN.

Acara menghadirkan narasumber dari Microsoft Indonesia, Binar, dan Maybank yang berbagi pengalaman soal penerapan AI.

Ossy berharap webinar ini tidak berhenti di diskusi saja. Ia meminta Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk membuat program pelatihan lanjutan.

Program ini akan mencakup proyek percontohan penggunaan AI di unit-unit penting dan penyusunan pedoman penerapan AI.

Menurut Ossy, dengan pelatihan berkelanjutan, transformasi digital di Kementerian ATR/BPN bisa berjalan terencana dan sistematis. Harapannya, teknologi AI benar-benar bisa meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.