Ia mencontohkan potensi NTB di sektor pertanian dan energi terbarukan yang membutuhkan dukungan infrastruktur memadai.
“Pembangunan waduk di Lombok Timur atau pengembangan PLTS di Sumbawa bisa menjadi lompatan besar untuk ketahanan pangan dan energi bersih,” tambahnya.
Sebagai ketua partai yang konsisten mengusung pembangunan inklusif, IJU menekankan pentingnya transparansi dalam kerja sama dengan investor.
“Prinsip keadilan harus dijaga. Proyek infrastruktur harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, seperti akses air bersih, jalan desa, dan fasilitas kesehatan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memprioritaskan proyek yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat NTB.
“Kami optimis kebijakan ini, jika dijalankan dengan prinsip berkelanjutan, akan menjadikan NTB sebagai contoh keberhasilan pembangunan berbasis investasi yang berpihak pada rakyat,” pungkas IJU. (*)
