Sementara itu, dalam sesi perbicangan yang dipandu Gita Wirayawan, SBY menuturkan proses kreatif musik selalu melibatkan hati sebagai penggerak utama.
Hal ini sejalan dengan semangat Titiek Puspa yang dikenal konsisten berkarya hingga akhir hayatnya.
“Hati yang pertama-tama memulai semuanya itu,” ungkap SBY saat menjelaskan filosofi berkarya dalam diskusi itu.
Lagu “Save Our World” sendiri telah mengalami tiga versi berbeda. Versi pertama berjudul “Untuk Bumi Kita” tahun 2010 yang diaransemen Erwin Gutawa dan dinyanyikan Sandhy Sondoro.
Versi kedua muncul tahun 2013 dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan musisi Amerika Jeff Lorber dan dinyanyikan Jeffrey Pescetto.
Versi ketiga yang diluncurkan Selasa malam merupakan paduan dari kedua versi sebelumnya dengan aransemen baru dari Tohpati dan tim.
