JAKARTA – Indonesia siap mengikuti World Water Forum (WWF) ke-11 di Riyadh, Arab Saudi, tahun 2026 dengan membawa enam tema utama terkait pengelolaan air bersih.
Persiapan ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Kick Off Meeting yang dipimpin Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
“Kita ingin memastikan menghadirkan semacam center of excellence terkait dengan air dan disaster atau bencana,” kata Menko AHY di Kantor Kemenko Infra, Jumat (6/3/2026).
Dia menyatakan Indonesia ingin aktif memastikan danau-danau di Tanah Air terjaga dengan baik.
Menurut Menko AHY, persoalan utama tata kelola air di Indonesia adalah belum maksimalnya pembangunan infrastruktur pemanfaatan air.
Akibatnya, saat musim kemarau terjadi kekurangan air yang berpotensi memicu kebakaran hutan.
Sebaliknya, ketika musim hujan, banjir melanda berbagai daerah seperti kejadian baru-baru ini di Sumatera.
Masalah pencemaran air di sungai dan danau menjadi prioritas penanganan. Menko AHY menjelaskan, kualitas air harus dijaga karena pencemaran mengancam pasokan air untuk berbagai kebutuhan.
Saat ini, 75 persen air digunakan untuk pertanian, peternakan, dan industri.
Menko AHY menegaskan pengelolaan air membutuhkan kerja sama lintas kementerian dan lembaga. Kemenko Infra bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan menjadi koordinator utama.
Tim Kerja Nasional terus mematangkan persiapan keikutsertaan Indonesia di forum air sedunia tersebut.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.





