IJU Sebut Pernyataan Sahroni Tidak Bijak, Minta DPR Lebih Rendah Hati

oleh -124 Dilihat
oleh
Sahroni Dan Iju
Ketua DPD Partai Demokrat NTB Indra Jaya Usman mengkritik pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang menyebut desakan pembubaran DPR sebagai "mental orang tolol".
banner 728x90

MATARAM – Ketua DPD Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB), Indra Jaya Usman, mengkritik keras pernyataan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Sahroni sebelumnya menyebut desakan masyarakat untuk membubarkan DPR sebagai “mental orang tolol”.

Indra Jaya Usman, atau yang akrab disapa IJU ini, menilai pernyataan tersebut sangat tidak tepat di tengah menurunnya kepercayaan publik terhadap DPR.

banner 336x280

Menurutnya, kritik rakyat adalah bentuk kepedulian yang wajar dalam demokrasi.

“Rakyat menyampaikan kritik, termasuk yang paling keras sekalipun, itu adalah konsekuensi dari demokrasi. Tugas wakil rakyat justru mendengar, memahami, dan mencari solusi, bukan malah melabeli rakyat dengan kata-kata yang merendahkan,” tegas politisi Demokrat asal NTB ini, Sabtu (30/8).

Menurut IJU, kritik keras terhadap DPR seharusnya dijadikan bahan introspeksi bagi para anggota legislatif.

Ia menegaskan, jika ada suara rakyat yang meminta DPR dibubarkan, hal itu menunjukkan adanya krisis kepercayaan.

banner 336x280

“Kalau ada suara rakyat yang sampai meminta DPR dibubarkan, itu artinya ada krisis kepercayaan. DPR semestinya bertanya: kenapa rakyat bisa berpikir sejauh itu? Bukan malah mencaci maki rakyat,” ujarnya.

Meski mengkritik pernyataan Sahroni, IJU tetap meyakini pentingnya peran DPR dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.

Namun ia menekankan legitimasi lembaga tersebut akan hilang jika wakil rakyat tidak menunjukkan empati dan kerja nyata.

“Demokrat percaya DPR adalah pilar demokrasi yang harus dijaga. Tetapi, DPR juga harus membuktikan bahwa ia benar-benar mewakili rakyat, bukan sekadar menikmati fasilitas. Jangan sampai rakyat merasa diperlakukan tidak adil,” tambah Indra Jaya.

Politisi Demokrat ini mengingatkan seluruh anggota DPR untuk lebih rendah hati dalam menghadapi kritik masyarakat.

Ia menekankan, rakyat yang memberikan mandat kepada wakil rakyat juga bisa mencabutnya.

“Rakyatlah yang memberi mandat, rakyat pula yang bisa mencabutnya. Jadi mari kita hadapi kritik dengan sikap terbuka, solutif, dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Pernyataan kontroversial Sahroni muncul saat melakukan kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8).

Ia menyebut orang yang meminta pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia” meskipun mengaku siap menerima kritik dari masyarakat.

banner 728x90