Sebagai pimpinan MPR RI, Ibas menegaskan komitmen lembaganya untuk mengawasi proses pemulihan Aceh agar sejalan dengan konstitusi.
“Aceh tidak sendiri. Dalam semangat kebangsaan, kita pastikan pemulihan berjalan transparan, berkeadilan, dan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling terdampak,” ujarnya.
Ibas menekankan, kehadiran negara harus dirasakan langsung oleh rakyat, terutama saat mereka sedang menghadapi kesulitan.
MPR RI menyerahkan 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket perlengkapan ibadah untuk membantu masyarakat terdampak menjelang bulan Ramadan.
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah melaporkan bahwa saat ini masih ada sekitar 17.000 kepala keluarga atau sekitar 69.000 hingga 70.000 orang yang masih mengungsi.
Pemerintah daerah membutuhkan percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap untuk mereka.
Bencana juga merusak gedung pemerintahan, tempat ibadah, sekolah, dayah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur ekonomi masyarakat.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Pemerintah Aceh mengajukan beberapa kebutuhan mendesak, di antaranya bantuan ternak sapi untuk pemulihan ekonomi warga, genset untuk 13 desa yang belum ada listrik, dan percepatan pembangunan hunian sementara agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda.
Aceh juga meminta panduan teknis khusus untuk penanganan banjir karena berbeda dengan penanganan gempa bumi.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
