ACEH – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas datang ke Banda Aceh untuk menyerahkan bantuan bagi korban banjir dan longsor.
Bantuan diberikan kepada masyarakat di delapan kabupaten yang terkena dampak bencana, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.
Ibas yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI menyampakan rasa duka atas bencana yang merenggut ratusan nyawa dan merusak rumah warga.
Dia mengajak masyarakat Aceh untuk bangkit dan membangun kembali daerahnya dengan lebih kuat.
“Masih teringat, sedih, dan prihatin hingga hari ini pun masih terasa. Namun kini, yang kita jaga adalah semangat menyambut asa untuk bangkit, bersatu, dan bekerja keras membangun kembali Aceh yang kuat, aman, dan lebih tangguh menghadapi masa depan,” kata Ibas.
Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur VII ini menegaskan bahwa pemulihan Aceh bukan hanya soal membangun gedung atau jalan.
Lebih dari itu, pemulihan juga berarti mengembalikan harapan masyarakat dan memastikan setiap keluarga korban bisa hidup layak kembali.
Ibas juga menyampaikan apresiasinya terhadap semangat gotong royong masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana.
Dia mengatakan, kekuatan itu terlihat dari dapur umum, posko pengungsian, dan kerja bersama untuk membantu sesama.
Ibas yakin Aceh bisa pulih melalui pembangunan yang terencana dan berdasarkan data kerusakan yang sudah dikumpulkan BNPB sejak Desember 2025.
Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN ini juga menyampaikan belasungkawa kepada warga yang kehilangan rumah dan mata pencaharian.
Dia mengingatkan bahwa kehilangan akibat bencana bukan hanya soal harta benda, tetapi juga luka batin yang perlu disembuhkan.
“Negara wajib memastikan pemulihan berjalan secara adil, manusiawi, dan menghormati martabat korban bencana,” tegasnya.
Lulusan S3 IPB University ini mengajak semua pihak di Aceh untuk menjadikan bencana sebagai pelajaran dalam memperkuat sistem pencegahan bencana ke depan.
Dia menekankan bahwa pemulihan bukan hanya membangun ulang rumah, tetapi juga membangun kembali harapan dan masa depan anak-anak Aceh.
