Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi menyebutkan huntara akan segera ditempati warga yang kehilangan rumah akibat banjir bandang.
Dari 84 kepala keluarga, 19 KK berasal dari Kampung Bundar dan 65 KK dari Kampung Kota Kuala Simpang.
Armia mengapresiasi respons cepat pemerintah pusat terhadap Aceh Tamiang yang menjadi salah satu daerah terdampak paling parah.
“Sinergi lintas lembaga menjadi kunci dalam penanganan masa kritis hingga pemulihan saat ini,” ujarnya.
Tinjau Sekolah dan Rumah Sakit
Selain meresmikan huntara, AHY melakukan kunjungan kerja meninjau berbagai fasilitas publik di Aceh Tamiang.

Dia memeriksa kondisi SMP Negeri 1 Karang Baru untuk memastikan proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal.
Peninjauan juga dilakukan ke Sistem Penyediaan Air Minum Karang Baru berkapasitas 100 liter per detik dan penyaluran air ke RSUD Aceh Tamiang.
Di RSUD, AHY fokus memastikan ketersediaan air bersih untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
Pengecekan dilakukan terhadap perbaikan jaringan perpipaan, termasuk pemancangan pipa baru menggantikan pipa rusak akibat bencana.
AHY juga merencanakan peninjauan contoh hunian yang dibangun tim Kemenko Infrastruktur di Desa Lubuk Sidup.
Pada kesempatan itu akan disalurkan bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan dasar.
AHY menjelaskan kunjungan kerjanya itu merupakan bagian dari koordinasi lintas sektor untuk memastikan pembangunan dan pemulihan infrastruktur berjalan terpadu, tepat sasaran, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.