MEDAN – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan seluruh hunian sementara bagi korban bencana di Sumatera selesai sebelum Ramadan 1447 H. Target ini disampaikan saat kunjungannya ke Medan, Jumat (23/1/2026).
“Kita berharap sebelum masuk masa bulan suci Ramadan sudah bisa masuk ke huntara itu,” kata AHY saat diwawancarai di Medan.
AHY berharap pembangunan huntara dapat rampung dalam waktu dekat agar pengungsi segera memiliki tempat tinggal layak.
Pembangunan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Danantara, serta pemerintah daerah.
Dia juga mengapresiasi kontribusi pihak non-pemerintah dari dunia usaha dan lembaga sosial yang turut membangun huntara.

“Kami juga mengapresiasi karena banyak kalangan non pemerintahan baik itu dari dunia usaha, dari lembaga sosial dan lain-lain yang juga berupaya untuk membangun huntara,” ujarnya.
AHY menjelaskan sebagai Menko, dirinya mendapat tugas memastikan tiga aspek pemulihan bencana yakni infrastruktur dasar, perumahan, dan penataan lahan serta tata ruang.
Arahan Presiden sudah jelas dan satgas terus bekerja sejak hari pertama untuk mengidentifikasi kerusakan infrastruktur termasuk perumahan.
Menurutnya, pembangunan rumah layak huni bagi pengungsi menjadi hal mendasar yang harus segera diselesaikan.
Dia berharap dalam minggu-minggu mendatang jumlah masyarakat di tenda-tenda pengungsian semakin berkurang, apalagi akan menghadapi bulan suci Ramadan.
Resmikan 84 Huntara di Aceh Tamiang
Sehari sebelumnya, Kamis (22/1/2026), AHY meresmikan hunian sementara untuk 84 kepala keluarga korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Peresmian dilakukan bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dan Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi di kompleks perkantoran pemerintah setempat.
AHY menegaskan pemulihan korban bencana harus dimulai dari penyediaan tempat tinggal.
“Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat, namun banyak rumah warga rusak, hancur bahkan hilang. Karena itu, proses pemulihan korban bencana Sumatera harus dimulai dari rumah,” katanya.
Huntara yang dibangun Kementerian PU berdiri di lahan seluas 5.427 meter persegi dengan total luas bangunan 2.052 meter persegi, terdiri dari tujuh blok dan satu mushola.
Sebanyak 84 unit dibangun menggunakan sistem modular dengan 114 modul yang mampu menampung 336 jiwa.
Fasilitas pendukung lengkap tersedia, termasuk 42 unit MCK, area komunal, area jemur, mushola, genset, dan toren air.

Sistem air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, pengolahan limbah menggunakan biotek, serta listrik dari PLN.