Gentengisasi Dapat Anggaran Hampir Rp 1 Triliun, Bisa Diambil dari Program MBG

oleh -327 Dilihat
oleh
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna
Presiden RI Prabowo Subianto

JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan anggaran hampir Rp 1 triliun untuk program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dana akan diambil dari anggaran cadangan dan tidak menutup kemungkinan dari program Makan Bergizi Gratis.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan anggaran gentengisasi tidak akan sampai Rp 1 triliun. Angka itu dinilai cukup untuk mengganti atap seng dengan genteng di rumah-rumah warga.

“Gentengisasi enggak sampai Rp 1 triliun,” kata Purbaya saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Purbaya menjelaskan ada kemungkinan anggaran diambil dari program Makan Bergizi Gratis. Ada juga kemungkinan dari sumber lain. Yang pasti, anggaran untuk program ini tidak akan terlalu besar.

“Ada kemungkinan dari situ, ada kemungkinan dari tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak budget,” ucap Purbaya.

Bendahara negara itu optimis anggaran bisa dikendalikan karena program tidak menyasar semua rumah di Indonesia. Hanya rumah yang menggunakan atap seng saja yang akan diganti dengan genteng.

Purbaya mencontohkan, jika semua rumah dihitung dan semuanya diganti, anggaran memang bisa membengkak. Namun kenyataannya yang diganti paling hanya beberapa puluh persen dari total rumah yang pakai seng.

“Berapa rumah yang pakai seng? Itu kan hitungannya kasar sekali. Jadi harusnya angkanya lebih kecil dari yang anda denger, ini kan masih itungan kasar sekali, bisa dikendalikan angkanya,” tegas Purbaya.

Presiden Prabowo sendiri menyebut alat pabrik genteng tidak mahal. Bahan baku genteng berasal dari tanah yang dicampur dengan zat limbah lainnya sehingga menghasilkan genteng yang ringan dan kuat.

“Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,” ujar Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026).

Untuk mempercepat program, Prabowo berencana melengkapi Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia dengan pabrik genteng. Langkah ini diharapkan bisa menekan biaya produksi dan mempercepat distribusi genteng ke seluruh pelosok negeri.

Presiden mengajak kepala daerah untuk ikut menyukseskan program gentengisasi. Bupati dan wali kota yang mau membuat kotanya indah dipersilakan bergabung dalam program ini.

“Ini serius ya. Bupati wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah. Yang mau, ayo bersama kita bikin kotamu indah, kecamatanmu indah, desamu indah,” kata Prabowo.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.