“Ketahanan sebuah bangsa tidak hanya diuji dari kemampuannya bertahan menghadapi guncangan, tetapi juga dari seberapa cepat ia mampu bangkit. Di sinilah adaptasi, kepemimpinan, dan langkah taktis sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia memaparkan sejumlah tren besar yang bisa memengaruhi stabilitas nasional, mulai dari krisis iklim, gejolak politik global, laju pertumbuhan kota, hingga kesenjangan sosial dan wilayah.
Semua itu bisa berdampak langsung pada pangan, energi, dan keberlanjutan pembangunan.
AHY mengapresiasi arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kedaulatan nasional sebagai dasar kebijakan ekonomi dan pembangunan.
Ia menegaskan bahwa apa yang terjadi di luar negeri cepat atau lambat akan berpengaruh ke Indonesia.
Menutup paparannya, AHY kembali menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus difokuskan untuk menopang ketahanan pangan, kedaulatan energi, dan ketersediaan air bersih bagi rakyat.
“Bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya akan mudah goyah,” tegasnya.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
