MATARAM – Anggota Komisi V DPRD NTB, H. Lalu Zaenul Hamdi, S.Pd., menilai penutupan empat sekolah swasta di Lombok Timur perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, kasus ini mencerminkan ada masalah dalam pembinaan dan pengawasan sektor pendidikan di daerah tersebut.
“Penutupan sekolah bukan solusi ideal. Kita harus bertanya, kenapa sekolah-sekolah ini sampai kehilangan siswa? Apa yang salah dalam pembinaan selama ini?” ujar Zaenul Hamdi saat dihubungi, Kamis (20/11/2025).
Politisi dari Partai Demokrat ini mempertanyakan peran Dinas Pendidikan dalam melakukan pembinaan sebelum kondisi sekolah memburuk. Ia menekankan, penutupan bukanlah langkah pertama yang seharusnya diambil.
“Dinas pendidikan seharusnya sudah melihat tanda-tanda awal. Misalnya jumlah siswa terus menurun, kenapa tidak ada upaya penyelamatan?” kata Zaenul.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap nasib guru dan tenaga kependidikan di sekolah yang ditutup. Zaenul mendesak pemerintah daerah memberikan kepastian bagi mereka yang terdampak.
“Jangan sampai guru dan tenaga pendidik jadi korban. Mereka butuh kepastian, apakah akan dipindahkan atau bagaimana?” tegasnya.
Zaenul juga menyoroti alasan penutupan yang disebutkan karena jarak antar sekolah terlalu dekat. Menurutnya, ini menunjukkan lemahnya perencanaan dalam pemberian izin operasional sekolah.
“Kalau sekarang bilang jaraknya terlalu dekat, berarti dulu waktu memberikan izin tidak teliti. Ini kesalahan sistem yang harus diperbaiki,” ucapnya.
Legislator yang pernah berprofesi sebagai pendidik ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sekolah swasta di NTB. Ia ingin memastikan tidak ada lagi sekolah yang tiba-tiba ditutup tanpa upaya penyelamatan terlebih dahulu.
“Tentunya kita butuh penjelasan lengkap dari Dinas Pendidikan. Kami ingin tahu mekanisme pembinaan yang sudah dilakukan dan rencana ke depan,” kata Zaenul.
Ia menegaskan, pemerintah harus lebih proaktif dalam membantu sekolah yang mengalami kesulitan. Bukan langsung menutup ketika sudah tidak ada siswa.
“Pendidikan ini investasi masa depan. Kalau ada sekolah yang kesulitan, bantu dulu, bina dulu. Penutupan itu langkah terakhir,” pungkasnya.
Sementara itu Pemkab Lombok Timur telah menutup empat sekolah swasta karena tidak memiliki siswa. Sekolah yang ditutup adalah SD Islam Terpadu Ittihadul Ummah Al-Akbar Lenek, SD Islam Darul Khair NW Embung Ganang Sambelia, SMP IT Al-Wustho Telaga Waru Pringgabaya, dan SMP IT Islahul Ummah Hidayatullah Sambelia.
Plt Kepala Disdikbud Lombok Timur, Hasni, mengatakan keputusan ini diambil setelah verifikasi lapangan. Sekolah-sekolah tersebut dinilai tidak memenuhi standar penyelenggaraan pendidikan.
Penyebab utamanya adalah persaingan ketat dengan sekolah lain dan jarak antar sekolah yang terlalu dekat. Dinas setempat meyakini penutupan tidak akan mengganggu layanan pendidikan karena sekolah lain masih bisa menampung siswa.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
