JAKARTA – Dua pengusaha perempuan muda Jakarta memutuskan bergabung dengan Partai Demokrat. Mereka ingin turut serta dalam dunia politik untuk memperjuangkan kepentingan perempuan dan pembangunan Indonesia.
Dhyani Prima, pengurus DPP Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI), mengatakan dirinya tergerak untuk terjun ke politik meski pengalamannya di bidang ini masih baru. Dia melihat banyak perempuan yang kini mulai aktif di dunia politik.
“Niatnya adalah hanya untuk bisa melakukan hal yang terbaik untuk orang banyak salah satunya adalah menjadi kader Demokrat,” kata Dhyani, Jumat (18/2/2022).
Selain aktif di IPEMI, Dhyani juga sering mengikuti kegiatan PKK di Jakarta dan sekitarnya. Dia menilai sudah saatnya perempuan Jakarta terlibat dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah.
Menurut Dhyani, jumlah perempuan yang besar menjadi potensi untuk menggerakkan Indonesia menjadi lebih baik. Perempuan terbukti mampu menyelesaikan banyak pekerjaan sekaligus.
Dhyani yakin Partai Demokrat bisa menjadi jembatan bagi perempuan Indonesia dalam mencapai tujuan mereka. Dia menilai partai itu sudah terbukti mampu menciptakan kestabilan politik dan ekonomi pada pemerintahan sebelumnya.
Bersama Partai Demokrat, Dhyani ingin membantu perempuan muslimah Indonesia agar mandiri dan memiliki kemampuan untuk menopang ekonomi keluarga. Salah satunya melalui pendampingan usaha untuk membangkitkan ekonomi Indonesia lewat UMKM.
Dhyani menjelaskan, pemerintah perlu memberikan kemudahan dalam sistem hukum, pinjaman, dan pelatihan. Dia yakin hal itu akan memunculkan banyak pengusaha baru yang menguntungkan pemerintah.
Sementara itu, Nyimas Nofrial Danira Rian, tokoh perempuan Jakarta yang aktif memperjuangkan kesetaraan gender, juga bergabung dengan Partai Demokrat DKI Jakarta. Dia ingin mewujudkan harapan perempuan-perempuan Jakarta.
“Di era sekarang, peran perempuan sangat penting. Kenapa saya mau bergabung dengan Demokrat, karena saya yakin Demokrat bersama mas AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) bisa merealisasikan kesetaraan gender dalam dunia politik,” ujar Nyimas.
Nyimas menilai masih ada ketimpangan gender di sejumlah bidang pembangunan. Namun, dia melihat mulai banyak perempuan yang menduduki jabatan penting di pemerintahan dan parlemen yang ikut membuat kebijakan pembangunan Indonesia.
Nyimas juga ingin memperkuat Partai Demokrat setelah sebelumnya partai tersebut menghadapi perpecahan internal yang akhirnya gagal. Dia melihat Partai Demokrat di bawah Agus Harimurti Yudhoyono mampu mewujudkan kekompakan.
Aktivis Dharma Wanita dan Persit Kartika Chandra Kirana itu yakin Partai Demokrat bisa menjadi wadah untuk membentuk dirinya sebagai pemimpin perempuan masa depan. Nyimas terus aktif menyuarakan pendapat positif melalui berbagai kegiatan di masyarakat.
Nyimas menilai politik sangat penting bagi setiap aspek kehidupan, termasuk bagi kaum milenial. Melalui politik, kata dia, masyarakat bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah ke depan.
Nyimas juga yakin Partai Demokrat terus bersama rakyat melalui berbagai kegiatan sosial. Dia menilai banyak masyarakat yang harus didekati dengan cara santun.
Nyimas mengaku masih terus belajar untuk menjadi pemimpin yang berintegritas di tengah masyarakat. Dia berharap bisa berkontribusi sebagai pemimpin atau wakil rakyat jika diizinkan Tuhan.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
