BOGOR – Ekonomi kreatif akan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dimulai dari daerah.
Hal itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya kepada wartawan di sela menghadiri Rapat Koordinasi Nasional 2026 di Sentul International Convention Centre, Bogor, Senin (2/2/2026).
Teuku Riefky menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.
Menurutnya, koordinasi yang kuat akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.
“Sinergi pusat dan daerah adalah fondasi utama dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah,” kata Teuku Riefky.
Ia menjelaskan keselarasan program nasional dengan kebutuhan daerah akan mempercepat penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
Melalui kolaborasi yang dibangun dalam Rakornas, pihaknya optimistis subsektor ekonomi kreatif di berbagai wilayah bisa tumbuh lebih kompetitif dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen memperkuat koordinasi lintas pemerintahan untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Ekonomi kreatif diharapkan menjadi pilar pertumbuhan menuju Indonesia Emas 2045.
Rakornas 2026 mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Strategis Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”.
Acara dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persatuan dalam keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.
Presiden juga memaparkan strategi transformasi bangsa menuju negara maju dan modern, termasuk melalui Gerakan Indonesia ASRI.
Rakornas dihadiri 4.011 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah. Acara ini merupakan pelaksanaan tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029 yang merupakan penjabaran dari visi Asta Cita Presiden.
Rakornas membahas tiga sesi utama yang meliputi kebijakan ekonomi, investasi, dan energi.
Selain itu juga dibahas program strategis presiden seperti koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, swasembada pangan, kampung nelayan Merah Putih, program makan bergizi gratis, dan penguatan penegakan hukum.
Rakornas dihadiri para Menteri Koordinator, Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua Dewan Ekonomi Khusus, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN, serta pejabat eselon I. Hadir pula para gubernur, bupati, wali kota, dan pimpinan DPRD dari seluruh Indonesia.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
