JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Jovan Latuconsina menolak tegas wacana penundaan Pemilihan Umum 2024. Dia menilai partai yang mendukung penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden telah mengkhianati amanat reformasi.
“Padahal salah satu amanat reformasi yakni pembatasan masa jabatan Presiden yang tertuang dalam Undang Undang Dasar 1945,” kata Jovan, Rabu (2/3/2022).
Jovan menyatakan pihaknya tidak takut menyuarakan kebenaran. Dia meminta hak rakyat yang dijamin konstitusi tidak dipangkas demi kepentingan kelompok tertentu.
Presiden Joko Widodo, menurut Jovan, sudah menolak dengan tegas penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden. Karena itu, dia menilai wacana ini bukan kehendak presiden, melainkan ulah segelintir orang yang ingin mencari muka.
“Presiden menyebut penundaan pemilu sama saja dengan perpanjangan jabatan Presiden, kata Presiden itu sama dengan menampar muka beliau,” tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono juga menolak wacana yang sama. Dia mempertanyakan siapa rakyat yang dimaksud ketika ada pihak mengatasnamakan aspirasi rakyat untuk menunda pemilu.
“Ini seperti ringan-ringan saja menabrak konstitusi. Kita sudah keliling semua provinsi dan ratusan kabupaten/kota di Indonesia, justru masyarakat mengalami kondisi kesulitan saat ini,” ujarnya.
Pengamat politik dari Universitas Diponegoro Semarang, Wijayanto, menyebut penundaan pemilu 2024 sebagai pemufakatan jahat elite politik yang mengkhianati amanat reformasi 1998. Dia khawatir langkah tersebut akan menghancurkan reputasi presiden.
Wijayanto mengingatkan, jika pemilu ditunda dan masa jabatan presiden diperpanjang, Indonesia tidak bisa lagi disebut negara demokrasi.
Wacana penundaan Pemilu 2024 pertama kali digaungkan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.
Kemudian Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar juga berpendapat pemilu harus ditunda karena alasan pandemi.
Terakhir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menerima aspirasi penundaan pemilu dari sejumlah petani.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.
