JAKARTA – Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI menyoroti lima masalah mendesak yang harus segera ditangani Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam 100 hari pertama kepemimpinan.
Penasihat Fraksi Demokrat Mujiyono menilai lima agenda ini krusial dan belum tertangani optimal meski pemerintah provinsi mengklaim 39 dari 40 program unggulan sudah berjalan.
Masalah hunian warga eks Kampung Bayam menjadi prioritas utama. Meski 133 kepala keluarga korban penggusuran Jakarta International Stadium sudah mendapat hunian, masih banyak warga kampung informal lain yang nasibnya belum jelas.
“Pentingnya komitmen serupa untuk warga kampung informal lain yang masih menghadapi ketidakjelasan status lahan,” kata Mujiyono dalam keterangan tertulis, Minggu (1/6/2025).
Kedua, pelestarian budaya Betawi melalui Benyamin S Award dinilai setengah hati. “Pelaku seni Betawi membutuhkan ruang berkarya, dukungan pembiayaan, serta peran pemerintah provinsi dalam pendidikan budaya,” ujar Mujiyono.
Program Jakarta Job Fair triwulan juga dikritik karena tidak menyentuh akar masalah ketenagakerjaan. Kesenjangan kompetensi dengan kebutuhan industri digital, ekonomi kreatif, dan sektor maritim masih menganga.
Akses taman kota 24 jam mendapat apresiasi, namun fasilitas pendukung seperti penerangan dan keamanan perlu ditingkatkan.
Selain itu program bank sampah di RT/RW juga dinilai sangat penting namun butuh dukungan lebih. “Program ini perlu didukung dengan sosialisasi intensif dan insentif agar partisipasi warga meningkat,” jelasnya.
Staf Khusus Gubernur bidang Komunikasi Publik Chico Hakim mengakui hanya program Jakarta Funding yang belum terealisasi. Program pembentukan badan investasi ini terkendala kebutuhan dasar hukum dan regulasi.
Program lain seperti pemutakhiran Kartu Jakarta Pintar, pembangunan rumah susun, pengembangan TOD, dan penggratisan 15 golongan pengguna Transjabodetabek sudah berjalan.
Perpanjangan jam taman kota juga terealisasi dengan Tebet Eco Park buka hingga pukul 22.00 dan lima taman lain beroperasi 24 jam.
Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.




