Demokrat Somasi Akun Media Sosial yang Tuding SBY Dalang Isu Ijazah Jokowi

oleh -162 Dilihat
oleh
Sby Dan Jokowi
Susilo Bambang Yudhoyono bersama Joko Widodo. (Sumber : Biro Pers Istana Presiden/Abror Rizki)

Jika dibiarkan berlarut, isu ini bisa merusak komunikasi politik antara kedua tokoh yang selama ini berjalan cukup baik. Jarak dan kecurigaan yang tidak perlu bisa tercipta antara SBY dan Jokowi.

Arifki menilai hubungan politik SBY dengan Jokowi selama ini cukup terbuka. Buktinya, Agus Harimurti Yudhoyono mendapat kesempatan menjadi menteri untuk pertama kalinya di era Jokowi.

AHY diangkat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang sekaligus memimpin Badan Pertanahan Nasional dalam Kabinet Indonesia Maju. Penunjukan ini membuktikan tidak ada masalah berarti dalam relasi politik antara keluarga Yudhoyono dan Jokowi.

Dalam konteks saat ini, Jokowi masih dianggap sebagai figur yang mampu menjaga keseimbangan di antara para elite politik. Apalagi tahun 2026 akan dimulai pembahasan RUU Pemilu yang pasti membuat dinamika politik semakin ramai.

“Pilihan SBY tidak masuk ke ruang debat publik soal ijazah bisa dibaca sebagai upaya menjaga jarak dari konflik, sekaligus mempertahankan relasi politik dengan Jokowi,” kata Arifki.

Dengan tidak ikut memperdebatkan kebenaran ijazah Jokowi, SBY menunjukkan dirinya bukan pihak yang meragukan legitimasi presiden ke-7 itu.

Arifki juga melihat langkah hukum ini berkaitan dengan upaya menjaga kestabilan narasi politik menjelang pemilu 2029. Pemilihan presiden lima tahun mendatang akan menjadi momentum krusial dan para elite mulai memposisikan diri.

Membiarkan isu personal berkembang tanpa kontrol berisiko memperlebar konflik antar elite, kata Arifki.

Konflik semacam ini justru akan dimanfaatkan pihak lain yang ingin melemahkan baik SBY maupun Jokowi.

“Dalam politik, menjaga hubungan tidak selalu dilakukan melalui dukungan terbuka, tetapi juga dengan membatasi eskalasi konflik. Langkah SBY dapat dibaca dalam kerangka tersebut,” pungkas Arifki.

Dukungan dari Orang Dekat Trio RRT

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menyatakan dukungannya jika SBY melaporkan mereka yang menuding keterlibatannya dalam isu ijazah Jokowi. Melalui akun X pribadinya @msaid_didu, pria asal Pinrang ini memberikan kesaksian penting.

“Dukung pak @SBYudhoyono laporkan krn saya yg hampir setiap saat mengikuti perjuangan trio RRT paham bhw kami dan mereka berjuang dg modal sendiri,” tulis Said Didu.

Trio RRT yang dimaksud adalah Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma. Ketiganya masuk dalam kelompok kedua tersangka kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.

Said Didu menegaskan perjuangan trio tersebut murni berdasarkan inisiatif pribadi. Mereka tidak mendapat dukungan dana maupun arahan dari tokoh politik besar manapun.

Dalam unggahan terpisah, Said Didu menulis bahwa dirinya yang sering bersama kelompok yang mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi dan Gibran bisa memastikan mereka bergerak mandiri.

“Jika mantan Presiden @SBYudhoyono merasa dituduh maka pantas menempuh jalur hukum,” kata Said Didu.

Jadi kolumnis di Demokrat News!
Tulis apa saja, gaya bebas sesukamu. Cerita-cerita keseharian, pemikiran, atau perasaanmu. Baca ketentuannya di sini.