MATARAM – Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat menyoroti nasib jutaan pekerja ekonomi gig di Indonesia. Hal ini disampaikan menyusul tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online asal Bima yang terlindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.
Ketua DPD Demokrat NTB Indra Jaya Usman (IJU) menyebut kematian Affan bukan sekadar tragedi individual. Kejadian ini menggambarkan kerentanan pekerja ekonomi gig yang tidak mendapat perlindungan memadai.
“Affan bukan hanya seorang driver ojol, ia representasi jutaan pekerja ekonomi gig yang rentan. Mereka harusnya dilindungi, bukan menjadi korban collateral damage,” kata IJU, Sabtu (30/8) di Mataram.
IJU menegaskan negara wajib memberikan jaminan keamanan bagi pekerja sektor informal. Tragedi Affan menunjukkan betapa rapuhnya perlindungan terhadap kelompok pekerja ini.
Anggota DPRD NTB itu juga menuntut kompensasi layak bagi keluarga korban. Ia menyebut hal ini sebagai bentuk tanggung jawab negara terhadap warganya.
“Keadilan itu bukan sekadar menghukum pelaku, tapi juga memastikan keluarga Affan mendapat kepastian hidup. Restorative justice harus jalan,” tegasnya.
Lebih jauh IJU mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk kasus ini. Tim tersebut harus melibatkan Komnas HAM dan masyarakat sipil demi transparansi.
Affan Kurniawan (21) tewas usai terlindas kendaraan taktis Brimob saat kericuhan di Pejompongan pada 28 Agustus. Pemuda asal Bima, Nusa Tenggara Barat, itu sedang mengantar pesanan GoFood, bukan ikut demonstrasi.
Ribuan driver ojol mengiringi pemakaman Affan di Jakarta dan menuntut keadilan.
Kapolda Metro Jaya telah mengumumkan tujuh nama anggota Brimob yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Presiden Prabowo Subianto juga sempat melayat ke rumah duka dan menjanjikan proses hukum yang adil.